Blog

China Disarankan Luncurkan Bom ke Australia

Jakarta, CNN Indonesia —

China disarankan untuk mengebom Australia jika negara itu bergabung dengan Amerika Serikat untuk melindungi Taiwan.

Saran tersebut diungkapkan oleh Pemimpin redaksi media China Global Times, Hu Xijin lewat sebuah opini.

Menurut Hu, China harus mempertimbangkan meluncurkan serangan jarak jauh ke Australia.

Dia mengatakan bahwa Australia terus menghipnotis atau mengisyaratkan akan membantu militer AS dan berpartisipasi dalam perang jika konflik militer pecah di Selat Taiwan.

“Saya sarankan China membuat rencana pembalasan terhadap Australia setelah secara militer mencampuri situasi lintas-Selat,” tulis Hu seperti dimuat di Global Times, Jumat (7/5).

Kata dia, rencana tersebut harus mencakup serangan jarak jauh di fasilitas militer dan fasilitas utama yang relevan di tanah Australia jika benar-benar mengirimkan pasukannya ke daerah lepas pantai China dan bertempur melawan tentara Tiongkok.

Selain membuat rencana, lanjutnya, China juga harus mengungkapkan ini melalui jalur non-resmi guna menangkal kekuatan ekstrem Australia dan mencegah mereka melakukan tindakan yang tidak bertanggung jawab.

“China menyukai perdamaian dan tidak akan mengambil inisiatif untuk berperang dengan Australia yang jauh, tetapi mereka harus berpikiran jernih,” ujarnya.

Hu mengungkapkan, jika Australia nekat berkoordinasi dengan AS untuk campur tangan secara militer dalam masalah Taiwan dan mengirim pasukan ke Selat Taiwan untuk berperang dengan PLA, mereka harus tahu bencana apa yang akan mereka timbulkan buat negara mereka.

“China memiliki kemampuan produksi yang kuat, termasuk memproduksi rudal jarak jauh tambahan dengan hulu ledak konvensional yang menargetkan sasaran militer di Australia ketika situasi menjadi sangat tegang,” kata Hu.

China selama ini menganggap Taiwan sebagai bagian wilayahnya dan berjanji bakal merebut, bahkan dengan kekerasan jika perlu. Tiongkok juga menentang setiap kontak resmi Taiwan dengan negara lain.

Pendekatan AS ke Taiwan dinilai menjadi sumber perselisihan baru bagi Washington dan Beijing.

Beijing telah meningkatkan tekanan diplomatik dan militer sejak Presiden Tsai Ing-wen berkuasa karena memandang Taiwan sebagai negara berdaulat de facto dan bukan bagian dari “satu China”.

Taiwan merupakan wilayah yang dinilai China membangkang karena ingin memerdekakan diri.

Taiwan belakangan ini mengeluhkan peningkatan aktivitas militer China di dekat wilayah mereka. China meningkatkan upaya untuk menegaskan kedaulatannya atas pulau yang dikelola secara demokratis itu.

(CNN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *